Menyebut kata satu ini pasti sudah kebayang………kita pasti tidak lagi berdiri sendiri sebagai pribadi yang “menyendiri” dengan semua kapasitas, keperluan, kepentingan dan apapun yang kita miliki.

Semua pasti telah terkoneksi dengan individu, lingkungan, ataupun pihak lain.  Bagaimana kita memposisikan diri kita diantara individu-individu lain, lingkungan sekitar, juga pihak-pihak lain.

Berbagi mungkin sekilas adalah sesuatu yang terlihat begitu mulia, karena dalam “kamus” berbendaharaan kata yang telah kita pahami adalah suatu kondisi antara seseorang atau lebih untuk saling memberikan apa yang mereka miliki .

Hehm…….bicara tentang ilmu berbagi itu sendiri, kayaknya kita terlahir sebagai individu yang sangat mampu berbagi baik untuk diri kita sendiri juga kepada orang lain.  Sebagai contoh sejak kecil bagaimana kita telah mampu melakukan aktivitas sendiri, bukan lagi dengan bantuan orangtua…makan misalkan.  Kita sejak dini telah mampu berbagi, coba kita coba renungkan dan lihat lebih seksama :

1.  berbagi pada diri kita sendiri, adalah ketika kita mampu memanage sepiring makanan berikut isinya untuk porsi yang tubuh kita perlukan, kita berusaha untuk memilih rasa yang kita sukai…sesuai porsi zat2 yang kita perlukan…dan sesuai dengan kapasitas kemampuan kita makan makanan itu…tidak memaksakan memasukan semua makanan ke mulut kita misalnya. itu kurang lebih adalah bentuk kita sebagai pribadi yang mampu berbagi dengan bagian-bagian dari tubuh dan keperluan kita sendiri.

2.  Berbagi dengan orang lain….sejak kecil pun kita sadar sekali bahwa disekitar kita dalam suatu keluarga ada bapak, ibu, dan saudara-saudara kita.  Kita dengan sadar sekali telah menerapkan ilmu berbagi dengan lingkungan dan individu sekitar kita. Dalam acara makan bersama misalnya, kita memanage dan mampu memporsikan apa yang terhidang ada di meja untuk dapat kita nikmati bersama, tidak untuk kita sendiri.

3.  Berbagi dengan lingkungan…..pun kita sejak kecil telah terbekali dengan ilmu ini.  Coba kita lihat bagaimana kita bisa mengupayakan lingkungan kita tetap bersih….segar….sehat dengan kesadaran kita membuang sampah pada tempatnya, mempergunakan air seperlunya, dan masih banyak lagi hal-hal yang tadak terlalu kita perhatikan adalah bentuk bagaimana kita berbagi dengan lingkungan sekitar kita.

Sampai sekarang jika kemudian diminta kembali untuk berbagi, kita pastinya selalu siap dan akan menjalaninya dengan sangat siap….karena kita selalu pada kondisi-kondisi berbagi setiap dan saban harinya, jadi kayanya gak perlu kuatir kalo kita dihimbau untuk berbagi..he..he

Ups….sepertinya lupa pada suatu kondisi yang sekarang-sekarang ini menjadi trend, baik sengaja dimunculkan sebagai suatu pengesahan dan diperbolehkannya oleh agama Islam dengan syarat dan ketentuan berlaku? berbagi suami….apa iya kita siap menjalani kondisi ini? ha..ha…ha hehm gak bisa jawab deh kalo ditanya siap nggaknya……:p…..:p

Advertisement