KALO SAJA ADA KATA LAIN SELAIN “ I LOVE U”…..

 

KRiiiiiiiiiiiing…..alarm weker sudah memaksaku membuka mata pagi buta ini. Hehm…jam 4.30, kudu buruan nech.  Remember !! Kemaren kan aku juga yang ngotot milih Flight pertama ke Medan jam 7 pagi.

 

Berkali-kali dech aku tiba-tiba  punya kekuatan “ supersonic” n bisa juga ready dalam 30 menit.  Bukan alami, gak tau juga kok mendadak kekuatan itu nempel n menggerakkan motorik otakku buat bersigap, cepat dan instant.  Paahal everybody knows lah…..kalo abis “accident” tahun 2000 dulu, paramedis sempat meragukan kinerja motorik otakku…he..he…

 

Ups…sebelum berangkat ke airport ada yang nyaris kelupaan…..Jagoan neon ku n my princess belum dipamitin.  Mereka masih tertidur pulas. Tapi agreement  yang kita omongin semalam, mereka udah “rela” pas aku bilang buat ninggalin mereka 3 hari urusan kantor ke Medan.

Rela..? Kalo ditanya jujur mungkin jawabannya “tidak”.  Karena jelas-jelas aku memaksa mereka mengerti gimana polah tingkah mamahnya untuk urusan kerjaan kayak gini.

 

Banyak alasan dan kepentingan buat tetap mengalir dalam situasi seperti ini.  Dan sering aku mencari pembenaran bahwa kulakukan semuanya juga untuk mereka dan di jaman serba internet ini situasi seperti ini sudah di”wajar’kan.  Semoga aku tidak hanya menjanjikan tapi selalu berusaha menjadikannya nyata.  Tentang berusahanya aku membuatnya menjadi titik “Balance”.  Ketika aku tentunya totalitas waktuku kupersembahkan memang buat mereka.  Dan ketika aku tidak berada untuk mereka aku mempercayakan mereka kepada seseorang yang bagiku tepat menjaga mereka.  (tks…ya Bik atas ketulusan dan semua bantuannya selama ini)

 

Kalo ditanya bagaimana perasaanku? Pastilah selalu terjadi perang batin di dalam Negara Hatiku.  Perang antara kodrat seorang wanita, ibu untuk anak-anaknya..dengan  kondisi pekerjaan yang kupilih. Meski dalam sebuah peperangan ada yang kalah ada yang menang.  Semoga peperangan dalam Negara hatiku berakhir dengan “damai” buat semuannya….

 

Melihat beberapa ibu mengantar anak-anak mereka berangkat ke sekolah…..miris dan ngiri juga rasanya.  Miris karena aku sangat tahu anakku pun menginginkannya.  Sayangnya aku tidak selalu saban hari bisa melakukannya.  Ngiri….ya jelas dunk….karena ibu-ibu itu bisa total mengabdikan waktunya untuk menjaga anak-anaknya tanpa perlu memikirkan bagaimana memfasilitasi mereka meraih masa depan mereka.  Sementara aku berusaha sekali untuk bisa sekedar membantu memberikan keduanya……memang bukan semuanya tapi paling tidak aku telah sedikit membantu (pede sekali kesannya ya..wiiiiiiiink)

 

Kuciumi wajah jagoan neon-ku dan Princess-ku ..tak luput rambutnya, jemari mungilnya….an yang paling menggoda adalah kugigit hidung mbangirnya…..Heeehhhggghhmmmm tangannya berusaha mengusirku agar tidak mengusik tidurnya.

 

Sekian detik aku pandangi mereka satu persatu….ada rasa bersalah, rasa menyesal, rasa mengharap beribu maaf pengampunan dari mereka.  Harus meninggalkan mereka sementara waktu, bercanda dan berinteraksi dengan mereka hanya melalui telepon.  Mungkin agak kurang dapat “feel”nya kalo hanya mendengarkan celoteh, bagaimana mereka dalam menjalani 1 hari, tangis mereka mengadu tentang kenakalan temannya…bagaimana nilai matematikanya berhasil mencapai “cumlaude”…..tentang pedangnya yang berhasil merusak tanaman hias tetangga…….lalu cerita kelincinya yang ditemukan mati kaku di selokan……. (masih banyak lagi) hanya dalam line telefon .   

 

Aku sangat berharap “ feel” itu dapat kami temukan pas saat kebersamaan datang.  Kembali pada sebuah kalimat singkat tapi syarat makna…….” Hidup adalah sebuah pilihan” (mirip slogan salah satu partai…”Hidup adalah perbuatan”)……jadi plesssss aku persilahkan aku untuk memilih dengan semua konsekwensinya.   Bagaimana aku menjalaninya dengan anak-anakku adalah sebuah komitmen yang harus kujaga dan hargai bersama.

 

Semua ini adalah sebentuk “cinta” dari aku kepada mereka, pengen banget selalu bilang kepada mereka bahwa “ I love U” …amat…sangat…….  Lalu kemudian muncul pertanyaan apakah kata “ I love U” cukup mewakili ungkapan dan segala keinginanku untuk selalu bisa dan lebih mencintai mereka ?

 

Hingga pada akhirnya adalah bagaimana aku ungkapkan kalimat “ I love U” pada anak-anakku.  Cuma dengan mengulangnya beribu kali dan membuat mereka terbuai menengarnya ? Atau tanpa berucap melainkan kuungkapkan dengan bagaimana aku mengapresiasikannya dalam bahasa perbuatan…artinya adalah berusaha memberikan apa yang mereka butuhkan..kasih sayang, perhatian,sampai pada hal-hal financial yang menjadi sarana mereka menuju masa depan.

 

Kalo boleh mencari dimanapun dan kemanapun itu…..sampai aku temukan bentuk kata lain yang lebih pas dan benar-benar mengartikan betapa aku ingin bilang “ I love U” pada anak-anakku.  Atau mungkin kata-kata itu merupakan satu-satunya yang saat ini sangat ideal, simple, effisien untuk mampu menyampaikan segenap rasa dan alasan yang kupunya untuk tetap berusaha melakukan terbaik bagi mereka.

 

Uppps……….waktu semakin memburu, kutinggalkan mereka pagi buta ini dengan sebait permintaan maaf, permohonan untuk sebuah pengertian mereka atas situasi sedemikian ini, dan seuntai doa……ya Allah Tolong jagalah  mereka dan bawalah aku pulang kembali untuk merangkai kebersamaan dengan mereka, Amien…I Love U…jagoan neonku n my princess……..

 

 

Pada suatu saat ketika aku kembali dan selalu merasa  bahwa aku sangat mencintai Nyna dan Mayzal………kalian adalah anugrah terindah buat mama…..terimakasih   atas pengertian kalian yang sangat  kepada mama……..