Beberapa minggu ini aku perhatiin banget hobby baru my “princess” Nyna, yaitu mengkoleksi kertas surat.
He.he…persis banget ama Hobbyku 20an tahun lalu. Yup..dulu aku suka banget keluar masuk toko buku setiap pulang sekolah..selain beli komik, buku cerita or sekedar numpang baca (hi…hi…ketahuan dech sukanya gratis’an)..aku juga paling suka beli pernak-pernik yang full colour n lucu abis, diantaranya ya kertas-amplop surat, penghapus, pensil, penggaris dan benda-benda seputar itu.
Kadang berjam-jam aku ngubek-ngubek isi toko untuk menemukan kertas surat or amplop dengan bentuk dan design terbaru.
Pastinya aku telah berhari-hari menahan diri nggak jajan demi ngumpulin uang buat belanja di toko buku itu.
He..he..namanya juga perjuangan….kadang pun selesai pelajaran berolah raga secapek dan selapar apapun , kuusahakan menahan diri untuk tetap nggak jajan….cukup sebotol air putih bekal dari rumah …..demi itu loh!!!
Nah….inilah bedanya…kalo Nyna kayaknya kurang berjuang ya buat dapatin barang-barang koleksinya itu…mungkin ini penilaianku aja. Karena Nyna cenderung tidak mengumpulkan uang jajannya…… terbukti selalu aja meminta uang tambahan untuk membeli koleksinya itu..he..he…dan aku pun selalu “menyerah” pasrah tak bisa menolak keinginannya…..
Balik lagi ke koleksi Nyna….hehm dari hari kehari makin banyak juga koleksinya….lucu-lucu dan memanjakan mata siapapun yang ngeliatnya.
Aku pun jadi terlibat total dalam perburuan koleksinya di setiap toko buku seantero Jakarta ini. Setiap ada kesempatan aku mampir dan berburu kertas surat buat nambah koleksinya. Aku suka aja melakukannya..serasa kembali ke masa jadul dulu he..he….
Kalo merhatiin fase Nyna dalam mengkoleksi kertas surat ini….terasa banget perbedaan antara jaman dulu dan sekarang. Juga perbedaan karakter sesama kolektor ( tentunya aku cuma membandingkan karakterku dan karakter Nyna…..gak survei kolektor yang lainnya….niat banget kaleeee) .
Usiaku mulai tertarik mengkoleksi kertas surat saat itu sekitar usia 12 tahun-an….. aku sudah di bangku SMP. Jadi aku telah mampu memanage alokasi anggaran, waktu, dan bergabung dengan komunitas sesama kolektor kertas surat ….untuk bertemu saling bertukar koleksi….informasi apapun tentang kertar surat.
Saat itu pun aku telah cukup dewasa untuk anak seusiaku hingga diijinkan orangtua …. kapan untuk berhunting ria menambah koleksi baru ..bersepeda menempuh sekian kilo ke toko buku….dan tentunya persyaratan untuk tidak mengganggu waktu belajarku kudu mampu aku buktikan …
Tapi ngelihat usia Nyna yang baru 6 tahun…masih terlalu muda rasanya , wajar sekali kalo dia belum mampu memanage hobby koleksi kertas suratnya sebagaimana aku di jamanku dulu. Aku tidak akan pernah melepaskannya pergi sendirian untuk ber ‘gerilya’ mencari koleksi terbarunya……..aku pun tidak akan membiarkankannya Nyna mengatur anggarannya untuk berbelanja koleksinya.
Aku berusah tetap menjadi « seniornya » dalam regenerasi hobby koleksi kertas surat ini….aku beri motivasi untuk menyalakan semangatnya menekuni hobby ini…memberikan pengertian dalam membagi waktu sehingga tidak mengganggu waktu belajarnya…..mengupdate isi koleksinya…dan tentunya untuk kondisi « perhuntingan » koleksi, aku harus menjadi pengawal tetap bagi anak usia 6 tahun menjelajah setiap toko buku dan pernak-pernik di kota sebesar Jakarta ini .
Namun apa mau dikata…perkembangan tekhnologi jaman sekarang ini…pastinya cukup sulit untuk menemukan berbagai ragam dan macam rupa kertas-amplop surat di jaman yang serba internet ini. Tidak mudah lagi menemukan berbagai jenis kertas-amplop surat yang cantik..karena rasanya semua orang di jaman sekarang ini lebih mampu mendesign sendiri format apa yang diinginkannya untuk berkirim surat via email.
Mungkin jaman sekarang berkirim surat dengan menggunakan kertas-amplop yang cantik adalah cara yang « jadul »….sehingga beberapa produser kertas-amplop surat telah mengurangi produksinya. Tapi apapun itu masih tersedia juga kok di beberapa toko buku meski tak terlalu banyak macamnya.
Karena kesulitan mendapatkan tambahan koleksi terbaru….aku jadi penasaran memikirkan bagaimana caranya melihat senyum my princess sebagaimana senyum manisnya saat kami temukan kertaas-amplop surat baru.
Aku masih ingat, kebiasaanku menyimpan beberapa benda-benda kenanganku……..(wuiih jadi bongkar rahasia). Aku masih menyimpan rapi apa-apa benda yang aku suka…berkesan….dan penuh kenangan dalam hidupku. Dan tentunya Ibuku adalah orang terpenting dan sangat berjasa menjaga merawat koleksiku yang aku simpan di kotak pribadiku….
Hingga kemaren, saat aku pulang ke rumah orangtuaku..aku bongkar kembali ‘kotak wasiat”ku, dan…………………thanks God….setumpuk koleksi kertas suratku masih rapi dan apik tersimpan……masih persis kondisinya 15 tahun lalu saat aku mulai menghentikan hobbyku mengkoleksi kertas-amplop surat.
Aku wariskan semuanya ke “junior” ku..he..he…tentunya sebagai senior kolektor aku harus mengajukan syarat-syarat kepada generasi berikutnya untuk mampu menjaga amant merawat dan memperlakukan “warisan”ku dengan penuh kasih sayang hua..ha….ha…janji ya Nyn!!!
Dan……..kulihat seyum dan mata yang berbinar indah sekali………….ketika kuserahkan semua koleksiku kepada “junior”ku. Nyna sangat senang dan bahagia. Setumpuk kertas-amplop koleksiku dari jaman dulu itu terlihat sangat klasik dan antik…berbeda dengan design kertas-amplop surat di jaman sekarang , tapi terlihat tetap cantik dan menawan.
Hehm….bahagia dech bisa ngasih “warisan” koleksi kertas-amplop surat tempo duluku pada Nyna………..dan ternyata Nyna juga membuka kenanganku jaman dulu dalam koleksi kertas-amplop surat ini…..
#)Jadi ingat….Wulan, Endah, Shally, Nana…………….dimana kalian semua….gimana kabar koleksi kertas-amplop surat kalian semua..apa juga di wariskan ke “junior”nya…he..he Miss U a lot guys….

